ARTIKEL
Artikel
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Agustus 2024) klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan. |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan di media daring maupun cetak (melalui koran, majalah, atau buletin) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.[1]
Isi artikel
Isi artikel dapat bermacam-macam, beberapa contoh yang umumnya dibaca:
- sejarah
- petualangan
- argumentasi
- hasil penelitian
- bimbingan untuk melakukan/ mengajarkan sesuatu
Penulis artikel
Penulis artikel adalah orang atau individu yang bertindak dalam mengarang sebuah tulisan, menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat yang menarik dan enak dibaca sehingga membuat pembaca dapat mengetahui apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Sebuah artikel berasal dari pengalaman seseorang, imajinasi, pengetahuan umum atau penelitian ilmiah.
Penulis artikel bermacam-macam kriterianya, yakni sebagai berikut:
- Penulis artikel buku
- Penulis artikel berita
- Penulis artikel pemasaran
- Penulis artikel daring
- Penulis artikel narasi
- Penulis artikel naskah
Jenis dan cara penulisan artikel
Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh deskripsi berisi fakta:
Contoh deskripsi berupa fiksi:
Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya:
- Keindahan Bukit Kintamani;
- Suasana pelaksanaan;
- Promosi;
- Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional;
- Keadaan ruang praktik;
- Keadaan daerah yang dilanda bencana.
Langkah menyusun deskripsi:
- Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan;
- Tentukan tujuan;
- Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan;
- Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan;
- Kembangkan kerangka menjadi deskripsi.
Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.
Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
Contoh narasi yang berupa fiksi:
Pola narasi secara sederhana:
- awal;
- tengah;
- akhir.
Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Contoh narasi berisi fakta:
Contoh narasi fiksi:
Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh:
Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:
- Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
- Peranan majalah dinding di sekolah
- Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
- Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/cara/ proses kerja.
Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh paparan proses:
- Cara mencangkok tanaman
- Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
- Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
- Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
Langkah menyusun eksposisi:
- Menentukan topik/tema;
- Menetapkan tujuan;
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber;
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih;
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data atau fakta sebagai alasan atau bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Contoh:
Tema/topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya:
- Disiplin kunci sukses berwirausaha
- Teknologi komunikasi harus segera dikuasai
- Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial
Langkah menyusun argumentasi:
- Menentukan topik/tema;
- Menetapkan tujuan;
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber;
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih;
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.
Persuasi
Karangan ini bertujuan memengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Topik/tema yang tepat untuk persuasi, misalnya:
- Katakan tidak pada NARKOBA
- Hemat energi demi generasi mendatang
- Hutan sahabat kita
- Hidup sehat tanpa rokok
- Membaca memperluas cakrawala
Langkah menyusun persuasi:
- Menentukan topik/tema;
- Merumuskan tujuan;
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber;
- Menyusun kerangka karangan;
- Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi.
Comments
Post a Comment